Selasa, 15 Maret 2011

Seluk beluk baju bodo

Rasanya banyak yang sudah mengetahui kalau baju bodo adalah baju tradisional daerah Sulawesi Selatan. Tepatnya dari etnis BugisMakassar.

Namun apa yang terlintas dalam pikiran anda tentang arti kata baju bodo? Bukan…bukan… ini bukan karena typo dari bodoh lawannya pintar. Tapi betul-betul baju bodo.

Apa Itu Baju Bodo?

Baju bodo berarti baju pendek (bodo dalam bahasa Bugis Makassarberarti pendek). Tentu saja juga ada baju la’bu yang artinya baju panjang. Kalau baju bodo akan menutup sampai ke pinggul pemakai. Maka baju la’bu menutup hingga paha pemakai.

Baju bodo terbuat dari kain tipis transparan. Potongannya sederhana berbentuk segiempat dan berlengan pendek. Memiliki warna-warna cerah seperti kuning, merah, hijau dan lain-lain.

Dahulu kala, satu warna tertentu hanya bagi satu golongan saja. Misalnya warna cerah merah dan jingga diperuntukkan bagi anak gadis. Warna hijau hanya bisa dikenakan wanita bangsawan.

Sedangkan wanita berstatus janda dicirikan dengan warna baju bodo yang dikenakannya yaitu ungu. Tentu saja, saat ini, tidak ada lagi pembatasan warna seperti itu.

Pernak-pernik Baju Bodo

Baju bodo dikenakan dengan menggunakan bawahan lipa’ sabbe atau sarung sutra. Lipa’ sabbe bermotif kotak-kotak cerah.

Cara memakai baju bodo sangat mudah. Seperti memakai t-shirt saja layaknya. Lipa’ sabbe dipakai seperti memakai sarung. Kadang diperkuat juga dengan tali atau ikat pinggang agar tidak terlepas atau melorot.

Pada bagian pinggang, baju bodo dibiarkan menjuntai menutupi ujung sarung bagian atas. Si pemakai biasanya memegang salah satu ujung baju bodo lalu disampirkan di lengan.

Sebagai asesoris, ditambahkan kalung, gelang panjang, anting, dan bando atau tusuk konde di kepala. Ada pula yang menambahkan bunga cantik sebagai penghias gelungan rambut.

Modernisasi Pada Pemakaian Baju Bodo

Baju ini kerap digunakan dalam acara-acara adat seperti pesta perkawinan. Selain digunakan oleh pengantin, baju bodo juga dikenakan ibu pengantin atau indo bo’ting. Pengiring pengantin atau pa’sappi terdiri dari gadis kecil yang juga mengenakan baju bodo. Begitu pula dengan deretan pagar ayu sebagai penerima tamu.

Selain pada pesta penikahan, baju bodo kerap digunakan saat menaridan menerima tamu kehormatan.

Saat ini baju bodo sudah mengalami banyak modifikasi. Kalau dulu digunakan dengan lipa’ sabbe, sekarang digunakan dengan bawahan kain batik atau songket. Bahkan para remaja memadukan baju bodo dengan celana panjang berpotongan feminim.

Sumber : www.AnneAhira.com

Tidak ada komentar: