Minggu, 09 Agustus 2009

"Kakek tua penjual ikan asin"

Kakek tua penjual ikan asin, pagi itu ia terlihat berseri-seri, hampir tiap pagi selalu kutemui wajahnya yang kerap berseri dengan kerut merut, tangan yang gemetar, peci lusuh tapi bersih diatas kepalanya menutupi rambutnya yang telah memutih,kemeja lengan panjang yang dipakainya selalu terlihat bersih walau hampir tak layak lagi untuk dipakai..ia duduk diatas dingklik kecil disampingnya terhampar kantong2 plastik berisi ikan asin..yang kelihatannya tak lagi baik untuk dikomsumsi..beberapa terlihat sudah hancur..pagi itu, ntah kenapa aku ingin memberinya sedikit sedekah..tapi aku merasa malu, bagaimana bila sedekahku ditolaknya..dan seketika aku membatalkan niatku..aku melangkah melewatinya..ia menatapku tersenyum, aku memberi secuil senyuman..duh pelitnya..aku mengiba..dan tiba2 hadir rasa menyesal..knpa aku tdk jadi memberinya sedekah..esoknya ku niatkan utk memberinya sedekah..esokpun datang..dan kulihat kakek tua penjual ikan asin diujung jalan..matanya yang sayu bersirobok dengan tatapanku..dari kejauhan aku mencoba tersenyum..rasa iba mengharu biru..dan aku bersiap memberinya sedekah dgn jumlah uang yg kuanggap pantas.. dan ya tuhan..ia membersihkan tangannya disekanya tangannya ke kemeja putih yg ia kenakan ketika akan menerima sedekah yg aku berikan, ia megucap hamdalah dgn takzim, aku terenyuh...dan tiba2 aku menjadi begitu malu..ah betapa aku sering merasa begitu sombong dan angkuh memandang sebelah mata terhadap yang lain..acuh dan ntah apalagi..duhai Tuhan..maafkan hamba..dan ia kakek tua penjual ikan asin masih kerap ketemui diujung jalan itu.

"sesungguhnya dalam tiap rejeki yg kita terima ada hak kaum dhuafa...." Ya Allah ingatkanlah aku selalu akan hal ini...

Tidak ada komentar: